Sabtu, 15 Agustus 2020

Sesuai Kesanggupan

Seseorang dengan sombong menceramahiku dengan teori-teori yang ia punya,
Aku terdiam dan ia terus bercerita tentang kelebihan yang ia punya dan kelemahan yang kulakukan.

Lalu aku bertanya pada tuhan dalam hati "kalau memang iya lebih sempurna dibandingkanku.. Kenapa tak kau timpakan bebanku padanya Ya Allah.. Bukankah seseorang ditimpa ujian sesuai kesanggupannya?"

Lalu saat ku tertidur, tuhanpun mengelusku kepalaku dengan lembutnya sembari berbisik "sesungguhnya Aku lebih tahu keadaan setiap hambaku, dibandingkan hamba itu sendiri, wahai fulan... Termasuk dirimu, akupun lebih tahu" :)

Jumat, 01 Juli 2016

Racun dalam Jiwa

Air mata membendung jiwa
suara raungan dalam hati
terlalu banyak beban yang kurasa
terlalu timpang tindih kuungkiri

Celoteh dari belakang
Merasuk ke telinga
Hingga Menusuk ke dalam hati

namun mimpi yang dibangun
akan terus selalu dipegang

dengan tekad dalam dada
Meski kaki kadang suka tergentar
Meski tangan sering gemetar

Tapi ku kuatkan jiwa
kuatkan rasa
smangat yang tak pernah terputus
tekad yang tak pernah pudar

hingga akhirnya teraih,
angan pikiran belaka
kini menjadi nyata

Racun didalam jiwa
Kini menjadi penyegar didalam dada

Dan kini ku hanya bisa tertawa,
tentang pahitnya kejadian
tentang manisnya kemenangan...


Di Pinggir Jalan

Suara bising slalu terdengar
Lalu lalang kendaraan tak pernah usai
Hiruk pikuk keramaian slalu terjadi

Disanalah ku terdiam
Bencana, Celaka, Pesta slalu terjadi..
Tempat Umum, Perdagangan selalu ada...

Disinilah ku berhinggap
Hidup diantara kucing dan tikus
Bersarang dengan kupu-kupu dan beruang madu
Bertemu dengan ahli agama dan orang derma

Disinilah Aku,
Di tempat tinggalku

Dikala pergi diriku..
akan slalu ada 2 jalan..
Arah Kanan atau Kiri
Itu semua tergantung diriku..

Kuat atau tidaknya mental
tegak atau tidaknya kaki
Itu semua tergantung diriku..

Di kala berjalan,
Pasti kan ada Penghalang
Entah itu Jalan berlubang..
Tanjakan..
Ataupun bebatuan..

Melangkah, Berhenti
Ataupun mundur..
Itu semua tergantung Tekadku...

Di Pinggir Jalan ini
Ku temukan ratusan peristiwa
Dan Ratusan Orang didalamnya
Tinggal tergantung hati & jiwa
Terombang-ambing
Atau berpegang teguh


Jumat, 06 November 2015

penjual suara kecil

Tlah kudapati dirimu...
di pinggir jalan, di angkot, di bus, bahkan sampai rumahku
bernyanyi dengan indahnya kesederhanaan

pagi hingga malam tlah kau jalani
semua alur jalan tlah kau langkahi

tiap tetes keringat yang kau keluarkan
tiap suara yang kau lagukan
tak slamanya sebanding,,
dengan receh yang kau dapat

hei kau, penjual suara kecil..
bernyanyilah untukku
tentang pedihnya dunia ini
tentang semangatnya dirimu tuk bertahan hidup

ku ingin mendengarnya..
suaramu yang tulus itu..
yang hanya untuk menghibur pemirsa di sebuah kendaraan
dengan semangatmu, memberikan lagu yang terbaik

Kamis, 13 November 2014

Ayah

Kau selalu pulang dengan senyuman
Tak lupa membawa nasi bungkus
Untuk kita makan bersama

Letih yang kau panggul
Lelah yang kau derita
Keringat yang tergenang
Takkan pernah kau jadikan beban

Begitu banyak waktumu yang tersita
Namun, kau masih sempatkan waktu untuk kami

Kau yang selalu menceritakan kisah pada kami
Yang selalu mengajarkan kami
Dan selalu berbagi tawa dengan kami

Paras wajahmu di kala tidur,
Menggambarkan betapa letihnya dirimu
Andaikan tubuhmu dapat bicara,
Mungkin akan bercerita,
Mengenai beratnya perjuangan dirimu

Terimakasih Ayah...
Karena dirimu lebih dari sekedar menafkahi kami

Sebuah Tanjakan

Ku menangis ketika terjatuh
Merintik perih di kala kesakitan

Tak menggenangi mata
Tak sembab di wajah
Tapi slalu terukir disini...
Di hati ini...

ku berjalan menuju puncak
melewati jalan yang curam
ditemani sengatnya panas dan dinginnya hujan

ku tetap tegar dan tetap kokoh
meski kaki bergemetar
meski tanganku berkeringat
namun, hatiku masih yakin
akan tergapainya sebuah bintang

Kini,
ku harus berhati-hati dalam melangkah
dan tetap semangat dalam mendaki

Sebuah tanjakan...
Jika aku tak melewatinya,
maka aku tak kan sampai ke puncak
dan jika ku tak sampai ke puncak,
maka aku takkan pernah menggapai bintang


Senin, 10 November 2014

Nabi Muhammad SAW.

Assalamu'alaika Ya Rasulullah...
Engkau lahir dengan begitu tampannya
Dengan cahaya Illahi di wajahnya
Harum wangi kasturi tercium baunya

Ya Rasulullah...
Seluruh alam tunduk kepadamu
Dan sahabat-sahabatmu sangat mengagumimu

Engkau telah berjihad di jalan Allah
Mengarungi pahit getirnya cobaan yang dilalui
Mengadiri isak tangisan kaum muslimin
Dan membantu kaummu dengan berkorban segalanya

Ya Rasulullah...
Tiada hentinya do'a yang kau ucapkan
Demi keselamatan kaum muslimin
Tiada tangisan yang kau rintikkan
Selain karena penderitaan kaum muslimin

Ya Habibullah...
Andaikan saja kau hidup di dunia ini
Kau pasti besedih di kala melihat kaummu yang sekarang ini
Yang mengabaikan sunnahmu
Dan mengacuhkan ajaranmu

Maafkan aku Ya Rasul...
Karena aku belum sepenuhnya mengikuti sunnahmu
Dan tak mampu melaksanakan perintah Ya Rabbi Illahi

Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad
Sholawat dan salam aku haturkan
Karena jasamu sungguh sangat besar
Dan kemuliaanmu tak dapat tergantikan