Kau selalu pulang dengan senyuman
Tak lupa membawa nasi bungkus
Untuk kita makan bersama
Letih yang kau panggul
Lelah yang kau derita
Keringat yang tergenang
Takkan pernah kau jadikan beban
Begitu banyak waktumu yang tersita
Namun, kau masih sempatkan waktu untuk kami
Kau yang selalu menceritakan kisah pada kami
Yang selalu mengajarkan kami
Dan selalu berbagi tawa dengan kami
Paras wajahmu di kala tidur,
Menggambarkan betapa letihnya dirimu
Andaikan tubuhmu dapat bicara,
Mungkin akan bercerita,
Mengenai beratnya perjuangan dirimu
Terimakasih Ayah...
Karena dirimu lebih dari sekedar menafkahi kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar